Bisakah Mensyukuri Hal yang Belum Dimiliki?

Artikel | No comments

Praying Woman

 

 

 

 

 

 

24 April 2014

Salah satu bagian yang paling menarik ketika saya membantu peserta training mengatasi hambatan diri (mental block) adalah momen ketika saya mengajarkan materi mengenai latihan bersyukur. Pemahaman saya, seseorang sebenarnya dapat bersyukur atas apapun, termasuk mensyukuri apa yang belum ia miliki.

Mengapa?

Karena bersyukur adalah sikap menerima dan menikmati apapun yang sudah dimiliki maupun yang belum dimiliki.

Ya, seseorang bisa mensyukuri hal-hal yang belum dimilikinya. 100% bisa!

Umumnya, seseorang memang terbiasa dan terlatih untuk mensyukuri apa yang telah dimiliki, namun sebaliknya seseorang tidak terbiasa untuk mensyukuri apa yang belum dimiliki.

Logikanya “apa yang bisa saya syukuri? kan yang saya inginkan belum tercapai!”

Nah, apa yang saya lakukan adalah mengajak peserta untuk berpikir sejenak dan mengajarkan logika yang berbeda.

Saya langsung memberikan beberapa contoh kepada peserta bahwa bersyukur itu bisa dilakukan terhadap apapun. Pada slide presentasi saya, tertulis:

  1. Saya bersyukur memiliki wajah pas-pasan karena itu berarti saya harus memiliki kelebihan yang lain selain wajah saya.
  2. Saya bersyukur termasuk orang yang emosian karena itu berarti saya perlu belajar untuk lebih sabar.
  3. Saya bersyukur termasuk orang yang cadel karena saya bisa dengan mudah membuat orang lain tertawa ketika saya berbicara.
  4. Saya bersyukur punya istri yang cerewet karena itu tanda bahwa ia perhatian dengan saya.
  5. Saya bersyukur setiap pagi harus berdiri di commuter line karena itu berarti saya masih punya kaki.

Biasanya, setelah melihat contoh tersebut peserta training secara spontan langsung tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

Sekali lagi, bersyukur adalah sikap menerima dan menikmati apapun yang sudah dimiliki maupun yang belum dimiliki. Jadi, apapun bisa disyukuri tanpa terkecuali. Apapun!

Saya memberikan waktu sekitar tiga menit kepada peserta untuk menuliskan hal-hal yang bisa mereka syukuri. Setelah itu, mereka saya persilahkan untuk menceritakan apa yang telah mereka tulis.

Inilah bagian yang paling saya suka!

Ada peserta yang berasal dari luar kota bercerita “saya bersyukur dikirim ke Jakarta untuk mengikuti training ini karena saya jadi punya kesempatan belajar hal-hal baru”

Peserta lainnya dengan terharu mengatakan “saya bersyukur punya Ibu yang cerewet karena itu tandanya ia sangat sayang dengan saya”

Peserta lain, “saya bersyukur diberikan tugas yang banyak oleh atasan karena itu tandanya atasan percaya dengan saya”

Dan, ada lagi peserta mengatakan dengan wajah serius “Saya bersyukur punya kepala botak karena saya jadi mudah dikenali oleh orang lain”.

Satu kelas langsung tertawa sambil bertepuk tangan dan mengangguk-angguk setuju kepadanya (termasuk saya!). Semua memberikan apresiasi positif terhadap latihan bersyukur yang sederhana ini.

Bersyukur itu menyenangkan, setuju?

Dengan bersyukur, seseorang sesungguhnya sedang mengubah cara pandang mereka menjadi lebih baik terhadap apapun. Dan menariknya, ketika cara pandang seseorang berubah menjadi lebih baik, ia akan lebih mudah menemukan hal-hal positif datang menghampirinya (kesempatan, keberuntungan, uang, kesehatan, pasangan hidup, rezeki, dll).

By the way, sudah bersyukur hari ini?

. . . . . .

Love,
Raditya Adinugroho
Professional Hypnotherapist
Email: adinugroho.raditya@gmail.com
Hp / Whatsapp: 08561642600
Pin BB: 7D00AE8C
Twitter: @radithypno

e brosur hipnoterapi juli

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>