Hipnoterapi dan Phobia Tensoplast

Artikel | No comments

Phobiaa

 

 

 

 

 

 

17 April 2015

Pada suatu kesempatan, Indonesia Leading Expert In Mind Technology, Bapak Adi W. Gunawan, diminta untuk melakukan knowledge sharing mengenai hipnoterapi kepada para dosen psikologi di salah satu perguruan tinggi ternama.

Untuk menjawab rasa penasaran dari peserta, setelah melakukan sharing, Pak Adi melakukan demo langsung mengenai proses hipnoterapi.

Pak Adi lalu bertanya siapa peserta yang bersedia menjadi volunteer dan akhirnya ada seorang seorang dosen, sebut saja Ibu Ani, yang ingin diterapi.

Ibu Ani maju ke depan kelas dan bercerita bahwa ia ingin dibantu untuk mengatasi ketakutan irasionalnya (phobia) terhadap tensoplast. Entah mengapa, setiap ia melihat tensoplast, perasaan Ibu Ani selalu tidak enak, perutnya mual dan kepala langsung pusing.

Sebagai seorang dosen psikologi, Ibu Ani tentu memiliki pengetahuan mengenai terapi dan mencoba mengatasi masalahnya ini (dengan cognitive therapy). Namun, sayangnya upaya yang dilakukannya untuk menyembuhkan ketakutan terhadap tensoplast tidak membuahkan hasil apapun.

Singkat cerita, Pak Adi melakukan induksi untuk membimbing bu Ani masuk ke kondisi hipnosis dan membimbing Ibu Ani untuk menemukan akar masalahnya dengan menggunakan pendekatan hypnoanalysis yang melibatkan age regression work.

Apa yang terjadi?

Akar masalah yang menyebabkan ketakutan Ibu Ani pada tensoplast ternyata bermula saat ia berumur 4 tahun.

Waktu itu, Ani yang masih kecil pernah terjatuh lalu siku kanannya terluka dan berdarah. Kemudian, ibunya mencoba memasangkan tensoplast ke bagian lukanya, namun Ani yang masih kecil menolak karena ia takut lukanya akan semakin sakit bila dipasangkan tensoplast. Akhirnya, demi kebaikan Ani, Ibunya tetap memaksakan memasangkan tensoplast.

Ternyata, ini adalah pengalaman yang tidak menyenangkan bagi Ani kecil sehingga pada akhirnya menyebabkan munculnya phobia terhadap tensoplast.

Setelah melakukan melakukan beberapa hypnotic intervention untuk menetralisir emosi negatif yang menjadi akar masalahnya, serta melakukan pengujian untuk memastikan phobianya telah sembuh, Ibu Ani akhirnya dibimbing kembali ke kesadaran normal dan membuka matanya.

Bagaimana hasilnya?

Pak Adi memberikan tensoplast kepada Ibu Ani dan keajaiban pun terjadi!

Dengan percaya diri, Ibu Ani mampu memegang hansaplast tersebut tanpa terganggu sedikitpun. Akhirnya, Ibu Ani sembuh dari phobia yang sudah dialaminya selama 22 tahun!

Seketika, peserta pun memberikan tepuk tangan terhadap proses kesembuhan Ibu Ani. Mereka tidak menyangka bahwa ternyata hipnoterapi bisa seperti ini

Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa ternyata hipnoterapi dapat memberikan perubahan positif dalam waktu yang relatif cepat (rapid change) dan hasil yang efektif (effective result).

Berkaitan dengan hal tersebut, mungkin pernyataan sederhana dari Michael D. Yapko, Ph.D di bawah ini sebaiknya menjadi pelajaran berharga yang tidak sederhana.

"The universities have really dropped the ball by thinking hypnosis is a sideshow rather than being relevant to effective psychotherapy,"

Untuk itu, salut untuk Bapak Adi W. Gunawan yang telah mengharumkan dan membawa dunia hipnoterapi mulai masuk ke dunia pendidikan (psikologi) di Indonesia!

(P.S. Contoh kasus di atas dapat dilihat langsung di buku HYPNOTHERAPY: The Art of Subconscious Restructuring, oleh Bapak Adi W. Gunawan)

Love,
Raditya Adinugroho
Professional Hypnotherapist
Email: adinugroho.raditya@gmail.com
Hp / Whatsapp: 08561642600
Pin BB: 7D00AE8C
Twitter: @radithypno

e brosur hipnoterapi juli

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>