Kesimpulan Penting Mengenai Teknik Induksi

Artikel | No comments

Female hypnotherapist providing specialist treatment.A58PJE

 

 

 

 

 

 

14 Oktober 2015

Kembali sejenak ke peristiwa di masa lalu, saat saya baru pertama kali mendalami hipnosis dan hipnoterapi, saya masih ingat teknik induksi yang diajarkan oleh instruktur untuk membimbing seseorang masuk ke kondisi hipnosis adalah teknik progressive relaxation.

Selama workshop berlangsung, teknik inilah yang selalu dipraktekkan oleh instruktur saat melakukan demo hipnoterapi.

Di modul pelatihan, tertulis bahwa teknik progressive relaxation merupakan teknik yang tepat untuk klien yang bersifat sulit dihipnosis. Sementara, teknik rapid dan instant induction merupakan teknik induksi yang ditujukan bagi klien yang masuk kategori moderat dan mudah dihipnosis.

Jadi, saya menyimpulkan bahwa teknik induksi yang paling aman digunakan dalam hipnoterapi adalah teknik progressive relaxation karena bisa mengantisipasi tipe klien yang analitis atau sulit dihipnosis.

Setelah pelatihan, saya pun selalu mempraktikkan teknik induksi progressive relaxation saat melakukan hipnoterapi.

Namun, seiring berjalannya waktu ternyata saya menemukan hal yang berbeda.

Saat saya melakukan studi literatur lebih jauh, mempraktikkan teknik induksi progressive relaxation, membaca lebih banyak buku, artikel, dan menonton berbagai video yang berkaitan dengan hipnoterapi, saya akhirnya menyimpulkan hal-hal yang sangat penting mengenai teknik induksi dalam konteks hipnoterapi.

Apa itu?

Inilah beberapa kesimpulan penting yang saya petik:

1. Teknik induksi progressive relaxation ternyata tidak efektif bagi klien yang sulit dihipnosis atau bersifat analitis.

Tipe induksi yang jauh lebih efektif untuk menangani klien tipe analitis atau sulit dihipnosis adalah instant dan rapid induction

2. Teknik induksi progressive relaxation merupakan teknik yang sudah “jadul”, atau dengan kata lain sudah tidak up to date.

Terdapat teknik induksi lain yang jauh lebih modern, efektif, dan efisien, bahkan sudah memiliki built-in covert test untuk menguji kedalaman hipnosis, misalnya Elman Induction.

3. Teknik induksi progressive relaxation tidak efisien dalam konteks hipnoterapi karena membutuhkan waktu sekitar 30 menit atau lebih untuk membimbing klien masuk ke kondisi hipnosis.

Jika sesi hipnoterapi diasumsikan berlangsung 2 jam (120 menit), dan diawali fase preinduction sekitar 45 menit, berarti hipnoterapis hanya memiliki waktu kurang dari satu jam untuk melakukan proses hypnotherapeutic (karena proses induksi memakan waktu setengah jam). Ini sangat tidak efisien.

4. Teknik instant & rapid induction jauh lebih efisien dalam konteks hipnoterapi karena hanya membutuhkan waktu beberapa detik hingga beberapa menit untuk membawa seseorang masuk ke kondisi hipnosis yang dalam.

Para pakar hipnosis & hipnoterapi kelas dunia seperti Dave Elman, Gerald F. Kein, Calvin D. Banyan, Tom Silver, dan Randal Churchill pun menggunakan tipe induksi rapid induction dan atau instant induction

5. Proses induksi hanya akan efektif apabila diawali dengan pretalk yang memadai untuk menghilangkan keraguan, perasaan takut, dan mispersepsi yang dimiliki oleh klien terhadap hipnosis.

Perasaan takut adalah penghambat terbesar yang menyebabkan seseorang tidak bisa diinduksi atau dibimbing masuk ke kondisi hipnosis.

6. Teknik induksi dapat dikatakan efektif apabila mampu membimbing siapapun masuk ke kondisi hipnosis yang dalam (somnambulism), bukan light dan medium trance.

Jika hipnoterapis hanya berhasil membimbing kliennya pada level light dan medium trance, maka kekuatan sugesti yang diberikan oleh hipnoterapis efeknya hanya sementara karena critical factor klien masih bekerja dengan kuat.

Selain itu, dalam kondiri light atau medium trance hipnoterapis tidak mampu melakukan teknik advanced secara efektif, misalnya age regression work yang melibatkan revivification.

Jadi, kondisi hipnosis yang dalam (somnambulism) mutlak dibutuhkan sebagai salah satu landasan untuk mencapai hasil hipnoterapi yang efektif.

7. Hipnoterapis wajib melakukan uji kedalaman hipnosis setelah melakukan induksi dan deepening untuk memastikan bahwa klien sudah berhasil dibimbing untuk masuk ke kondisi hipnosis yang dalam (somnambulism), bukan sekedar mengira-ngira.

Tanpa melakukan uji kedalaman hipnosis, hipnoterapis tidak tahu dan tidak bisa memastikan apakah kliennya sudah siap dan mampu menerima arahan, bimbingan, dan sugesti secara efektif.

Love,
Raditya Adinugroho
Professional Hypnotherapist
Email: adinugroho.raditya@gmail.com
Hp / Whatsapp: 08561642600
Twitter: @radithypno
Pin BB: 7D00AE8C

e brosur hipnoterapi juli

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>