Penerapan Advanced Abreactive Technique Dalam Hipnoterapi

Artikel | No comments

Tear

 

 

 

 

 

 

1 Mei 2015

Salah satu hal yang wajar terjadi dalam sesi hipnoterapi adalah klien mengalami abreaction.

Abreaction adalah meluapnya emosi dari pikiran bawah sadar klien yang muncul ke permukaan, baik disengaja maupun tidak disengaja. Luapan emosi tersebut biasanya berbentuk tangisan, dari mulai klien hanya menitikkan air mata, hingga klien menangis dengan terisak-isak.

Abreaction yang dialami seorang klien dalam sesi hipnoterapi merupakan suatu hal yang sangat baik.

Hal ini karena abreaction mengandung proses pelepasan emosi (emotional release) dan tentunya hal ini mengandung nilai teraputik yang sangat berarti bagi diri klien. Itulah sebabnya, abreaction sebaiknya dilakukan dengan tuntas agar emosi yang semula ditekan, dikubur, dipendam (direpresi) oleh klien dapat dilepaskan seluruhnya. Umumnya, emosi yang paling sering muncul dalam abreaction adalah perasaan takut, perasaan marah, dan perasaan bersalah.

Sangat jauh berbeda dengan pendekatan terapi, konseling, konsultasi pada umumnya, seorang hipnoterapis yang menerapkan advanced abreactive technique tidak mengucapkan kalimat-kalimat seperti di bawah ini ketika kliennya menangis terisak-isak dan menumpahkan segala emosinya,

“… Tenang.. Sekarang, kamu tenang dulu.. Kamu ngga boleh seperti ini. Kamu ngga perlu nangis lagi ya.. ”

Mengapa?

Karena kalimat-kalimat "penguatan" sejenis ini justru akan menghambat proses pelepasan emosi pada diri klien.

Ketika, seseorang tidak didorong untuk sepenuhnya mengeluarkan dan mengekspresikan emosinya di ruang terapi, maka proses emotional release ini tidak akan tuntas dan akan berdampak pada hasil terapi yang kurang maksimal.

Dalam menerapkan advanced abreactive technique, hipnoterapis justru mendorong dan membiarkan klien sepenuhnya mengeluarkan emosinya hingga benar-benar tuntas.

Hipnoterapis tidak akan menghakimi klien, termasuk ketika klien dalam kondisi hipnosis mengeluarkan tangisan dan menumpahkan segala emosi yang ia rasakan. Apalagi jika emosinya muncul karena didasari suatu alasan yang realistis dan bukan karena persepsi yang keliru.

Karena abreaction adalah proses emotional release yang luar biasa dan memiliki nilai terapeutik yang sangat berarti bagi klien, maka klien sebelumnya perlu diberi tahu bahwa ia diperbolehkan untuk mengekspresikan dan mengutarakan apapun yang ia rasakan.

Semakin ia mampu mengeluarkan emosinya, maka semakin baik. Yang jelas, abreaction harus dilakukan secara tuntas!

Jika perlu, proses emotional release dilakukan hingga klien merasa kelelahan secara fisik seperti yang disarankan oleh John G. Watkins & Arreed Barabasz.

Dengan demikian, emosi negatif yang semula dirasakan oleh klien dapat diatasi hingga benar-benar tuntas dan yang paling penting klien dapat dibantu mencapai hasil terapi yang ia inginkan.

(P.S. Menghadapi klien yang menangis dengan terisak-isak dan menumpahkan segala emosi yang ia rasakan, selain membutuhkan pengetahuan dan kemampuan yang menyeluruh dalam melakukan terapi, juga membutuhkan kesiapan mental, sikap penuh penerimaan, rasa empati, dan ketulusan hati untuk membantu sesama).

Love,
Raditya Adinugroho
Professional Hypnotherapist
Email: adinugroho.raditya@gmail.com
Hp / Whatsapp: 08561642600
Pin BB: 7D00AE8C
Twitter: @radhiitt

e brosur hipnoterapi juli

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>