Semua Emosi Adalah Positif

Artikel

image3

 

 

 

 

 

 

12 Februari 2015

Pembaca, jika saya bertanya kepada anda, apa fungsi dari pulpen, apa jawaban anda?
Tentu anda dapat menjawabnya dengan mudah, yaitu untuk menulis.

Jika saya bertanya lagi kepada anda, apa fungsi dari dompet, apa jawaban anda?
Secara otomatis, jawabannya akan langsung muncul di pikiran anda “untuk menyimpan uang”

Jika saya bertanya kepada anda, apa fungsi dari meja, apa jawaban anda?
Saya percaya, anda juga dapat menjawabnya dengan mudah yaitu tempat untuk meletakkan berbagai barang-barang. Misalnya buku, pensil, pulpen, laptop, makanan, minuman, pajangan. dll.

Sekali lagi, jika saya bertanya kepada anda, apa fungsi dari perasaan, apa jawaban anda?
sekarang juga beri pikiran anda waktu selama 5-10 detik ke depan untuk memunculkan jawabannya.

Sudah? Jika sudah simpan dulu jawabannya.

Pembaca, saya percaya, kita (anda dan saya) tidak mudah untuk menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut. Tidak mudah untuk menjawab pertanyaan sederhana (namun tidak sederhana), “apa fungsi dari perasaan?”.

Kita semua pasti pernah mengalami berbagai macam perasaan, dari mulai rasa senang, bahagia, sedih, marah takut hingga perasaan bersalah. Tetapi, jika kita diminta untuk memahami fungsi dari perasaan-perasaan tersebut, sepertinya kita membutuhkan waktu untuk menemukan jawaban yang tepat.

Saya pun demikian. Ketika saya diberikan pertanyaan tersebut, saya tidak punya jawaban pasti mengenai fungsi dari perasaan. Namun, akhirnya saya beruntung telah menemukan jawabannya

Mari kita kembali ke pertanyaan yang bernilai satu juta dollar. Apa fungsi dari perasaan?

Perasaan sungguhnya berfungsi untuk memberikan informasi mengenai kebutuhan, keinginan, dan hasrat yang dimiliki seseorang, sekaligus memotivasi diri seseorang untuk melakukan tindakan yang diperlukan.

Perasaan bekerja seperti suatu sistem penunjuk yang memberikan informasi apakah kebutuhan, keinginan, dan hasrat yang dimiliki seseorang telah terpenuhi atau belum terpenuhi. Jika belum, maka ini adalah tanda untuk segera memenuhinya.

Jika anda sedikit bingung, ini waktunya anda menarik nafas panjang dan melanjutkan membaca artikel ini dengan perlahan-lahan.

Sekarang, bayangkan anda sedang mengendarai mobil anda untuk menuju suatu tempat wisata. Di tengah perjalanan, tiba-tiba lampu indikator bahan bakar mobil anda menyala warna merah. Anda menyadari ini adalah tanda bahwa bahan bakar mobil anda akan segera habis. Untuk itu, anda segera mencari tempat pengisian bahan bakar terdekat untuk mengisi bahan bakar.

Setelah anda mengisi bahan bakar mobil anda dan kembali berkendara, lampu indikator yang berwarna merah tidak menyala lagi. Anda pun dapat kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat wisata dengan perasaan tenang.

Perasaan dapat diibaratkan sebagai indikator bahan bakar kendaraan seperti cerita di atas.

Perasaan merupakan suatu tanda yang memberi tahu bahwa kita memiliki kebutuhan, baik itu telah terpenuhi atau belum terpenuhi. Pada saat yang sama, perasaan merupakan suatu tanda yang memberi tahu bahwa kita harus melakukan suatu tindakan untuk memenuhi kebutuhan kita. Dan yang terpenting, perasaan muncul untuk melindungi diri kita dan ini demi kebaikan hidup kita.

Bayangkan apa jadinya mobil pada cerita di atas tidak memiliki indikator bahan bakar?

Sekali lagi, Perasaan muncul untuk melindungi diri kita dan ini demi kebaikan hidup kita.

Sekarang, saya ingin mengajak anda untuk membayangkan berada di situasi seperti di bawah ini

Jika anda diminta menyebrerangi sebuah sungai deras dengan melintasi suatu jembatan kayu yang terlihat sangat ringkih dan rapuh, kira-kira apa perasaan yang secara spontan muncul pada diri anda? Umumnya, akan muncul peraasan takut, betul?

Ketika perasaan takut muncul pada diri kita, kita perlu memahami bahwa ia muncul untuk memberikan suatu informasi penting kepada kita. Ia ingin memberikan suatu informasi dengan bahasanya sendiri namun sayangnya ia tidak dapat berkata-kata secara langsung. Jika perasaan takut bisa berbicara, mungkin ia akan berkata

“Hei, jembatan itu tidak aman. Kamu harus berhati-hati melintasi jembat