Teknik Rahasia Untuk Memberikan Sugesti Positif Kepada Diri Sendiri Ala Dr. Robert Anthony

Artikel | No comments

Head

 

 

 

 

 

 

25 April 2016

Pada bulan Januari lalu, saya setiap hari memposting meme dengan hashtag #sugestipositif di akun socmed saya.

Meme tersebut berisi berbagai kalimat sugesti positif yang bisa kita ucapkan kepada diri sendiri.

Bagi anda yang bertanya-tanya, “mengapa kita HARUS memberikan sugesti positif kepada diri sendiri?”

Jawabannya sederhana: Kualitas pikiran kita menentukan kualitas hidup kita.

Ingat, semakin pikiran dan perasaan kita dipenuhi hal-hal positif, semakin baik pula kualitas hidup kita.

Mari kita ‘intip’ beberapa meme #sugestipositif yang waktu itu saya posting:

  • "aku memilih untuk mengerti, mindsetku menentukan kualitas hidupku"
  • "aku memilih untuk menikmati semua aktivitasku hari ini!"
  • "aku memilih untuk merasa percaya diri!"
  • "aku memilih untuk menghargai setiap uang di saku, dompet, tas dan rekeningku, berapapun jumlahnya."

Sekilas, kalimat sugesti positif di atas terlihat sangat sederhana.

Tapi, tahukah anda? kalimat sugesti tersebut sebenarnya disusun dengan pilihan kata atau semantik tertentu. Sehingga, sugesti tersebut dapat tertanam ke pikiran bawah sadar dan menghasilkan manfaat secara maksimal.

Izinkan saya membongkar rahasianya.

Sekarang juga, coba perhatikan setiap kalimat sugesti positif (afirmasi) di atas.

Dalam setiap kalimat tersebut selalu ada kata ”memilih untuk”.

Saya tidak mengatakan sugesti, “saya percaya diri”, tetapi saya mengatakan “saya memilih untuk merasa percaya diri”.

Pertanyaannya, mengapa demikian? mengapa saya menggunakan kata “memilih untuk”?

Izinkan saya memberikan sedikit gambaran untuk anda.

Sekarang bayangkan anda adalah orang yang minder.

Anda ingin menjadi orang yang lebih percaya diri. Itu sebabnya, anda mengucapkan sugesti positif seperti ini:

“aku percaya diri!”

Setelah anda mengucapkan kalimat tersebut beberapa kali. Lalu, apa yang anda rasakan? apakah anda merasa lebih baik? atau justru malah sebaliknya?

Kemungkinan besar anda akan merasakan suatu konflik dalam diri anda.

Mengapa?

Karena anda sedang mengatakan sesuatu yang BUKAN diri anda. Anda membohongi diri anda sendiri karena di lubuk hati yang paling dalam, anda tahu bahwa sebenarnya anda tidak percaya diri.

Sehingga, sugesti positif tersebut tidak bisa atau sangat sulit mendatangkan hasil yang memuaskan.

Sekarang, bandingkan jika anda memilih untuk mengucapkannya dengan cara seperti ini:

“Saya memilih untuk merasa percaya diri!”

Perhatikan sejenak.

Anda menyatakan suatu PILIHAN PRIBADI anda, yaitu anda memilih untuk merasa lebih percaya diri. Sugesti positif tersebut lebih ‘halus’ karena anda sama sekali tidak membohongi diri anda sendiri.

Itu sebabnya, sugesti positif tersebut lebih efektif.

Masuk akal?

Saya beri contoh lainnya. Bayangkan, anda adalah seseorang yang malas berolahraga dan ingin memulai kebiasaan untuk rajin berolahraga.

Mana di antara kedua kalimat sugesti positif berikut yang lebih mudah diterima oleh pikiran anda?

“Saya rajin berolahraga!” atau “Saya memilih untuk rajin berolahraga!”

Ya, anda benar. Kalimat yang kedua!

Jika anda mengucapkan kalimat yang pertama, anda justru akan menciptakan suatu konflik antara pikiran sadar dan bawah sadar anda.

Mengapa demikian? karena jauh di lubuk hati anda yang paling dalam anda tahu bahwa sebenarnya anda tidak rajin berolahraga. Anda membohongi diri anda sendiri.

Sementara, dalam kalimat yang kedua anda tidak membohongi diri sendiri. Yang anda lakukan adalah anda menggunakan kesadaran diri anda untuk memilih sesuatu yang anda inginkan. Anda membuat suatu keputusan / pilihan pribadi.

Sampai sini, anda pasti semakin paham.

Dengan mengubah sedikit pilihan kata (semantik), anda mampu merancang suatu sugesti positif menjadi lebih KUAT dan EFEKTIF!

Jadi, mulai sekarang, kapanpun anda ingin memberikan suatu sugesti positif kepada diri anda, tambahkanlah kata “memilih untuk” dalam kalimat anda.

  • Berhenti mengucapkan “saya sukses!”. Mulailah mengucapkan “saya memilih untuk sukses!”
  • Berhenti mengucapkan “saya bahagia!”. Mulailah mengucapkan “saya memilih untuk bahagia!”
  • Berhenti mengucapkan “saya sehat!”. Mulailah mengucapkan “saya memilih untuk sehat!”

Dengan demikian, sugesti positif tersebut dengan lebih mudah dapat membantu anda mencapai berbagai perubahan positif dan kesuksesan yang anda inginkan.

Love,
Raditya Adinugroho
Professional Hypnotherapist
Email: adinugroho.raditya@gmail.com
Hp / Whatsapp: 08561642600
Twitter: @radithypno
Pin BB: 7D00AE8C

P.S. Ingin memaksimalkan potensi pikiran bawah sadar anda untuk merancang hidup yang lebih SEHAT, SUKSES, dan BAHAGIA? Segera hubungi saya 08561642600 / 7D00AE8C untuk menjalani One-on-one Coaching atau Hypnotherapy Session. TERBATAS!

e brosur hipnoterapi juli

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>